28 Nopember 2005
jam menunjukkan pukul 5 pagi dengan segera sambil menahan sakit ku bangunkan suamiku untuk menyampaikan rasa sakit yang semakin sering aku rasakan
suamiku sesegera mungkin untuk mempersiapkan diri dan minta ijin sama budhe untuk berangkat ke rumah bidan
ini adalah pengalaman yang sangat fantastis bagiku aku benar-benar merasakan bagaimana sakitnya melahirkan, dan bagaimana merasakan sensasi seorang bayi yang masih penuh darah menangis karena takjub melihat dunia
tak pernah terbayangkan olehku melahirkan tanpa pendampingan orang tua. melahirkan dirumah bidan didampingi suami, saudara-saudara yang ada
ingin menangis tapi apa yang harus aku tangisi semua tak mungkin diulang yang ada sekarang adalah kenyataan yang harus aku terima
ucap syukur yang terus menerus aku ucapkan karena meskipun tanpa orang tua aku masih punya saudara yang perduli padaku perduli pada keadaanku
seorang bayi mungil dengan berat 3,7 kg panjang 52 cm telah lahir pada hari senin wage tanggal 28 Nopember 2005
mulai hari itu aku harus menyadari bahwa aku sudah menjadi seorang ibu dan kenyataan itu yang sampai saat ini masih aku pelajari betapa tidak ada yang mudah ketika kita sudah dipanggil ibu, mama, bunda dan seterusnya
betapa banyak yang harus kita pelajari teori mendidik anak yang selama in i aku baca dan mudah untuk dipahami ternyata sulit untuk di terapkan.
tapi bukan itu permasalahannya sekarang yang harus aku lakukan adalah bagaimana berusaha menjadi yang terbaik untuk melakukan yang terbaik pula
Tidak ada komentar:
Posting Komentar