Hampir satu tahun tidak melakukan perjalanan mudik bersama anak-anak. Perjalanan kali ini cukup mengesankan ditengah kondisiku yang sedang hamil 7bulan.
Hari ini jumat 15 mei 2015 kalau istilah waktu sekolah dulu hari ini adalah hari kejepit karena kemarin tanggal merah besok tanggal merah lagi. Aku sebenarnya tidak mau meliburkan diri karena hal ini akan mengingatkanku pada masa-masa sekolah tapi waktu seperti ini sulit terulang apalagi pada masa kehamilanku kali ini. Aku terlanjur punya janji dan kebiasaan bahwa setiap hamil aku pergi mengunjungi makam kakek buyut dan kelarga besar dari suamiku istilah anak pondok tuh "ngalap barokahe ulama" aku selalu menghatamkan Al Quran di makam beliau nah senyampang ada kesempatan akhirnya jumat pagi sekitar jam 9 aku dan kedua putriku berangkat menuju kampung halaman suamiku. Kami berangkat menggunakan angkutan umum berupa bus mini jurusan khusus bondowoso yang berakhir dikota situbondo dari terminal situbondo kami masih harus naik bus satu lagi jurusan ketapang banyuwangi. Perjalanan yang cukup melelahkan walau pada akhir lega dan senang saat sampai dikota tujuan. Kami sampai ditujuan kira-kira jam 2 siang.
Sukorejo sebuah daerah yang sudah membuatku sangat terkesan bukan karena tempat itu adalah tempat suamiku dibesarkan tetapi tempat ini menjadi istimewa karena suasana religius yang selalu terasa setiap harinya. Seperti terkandung dalam sair bait-bait lagu yang dinyanyikan nasida ria yang berjudul "suasana dikota santri". walupun disana cuacanya panas buanget namun aku sudah mulai beradaptasi dan seperti biasa aja.Mengingat tempat ini aku jadi kebayang beberapa tahun yang lalu ketika pertama kali aku datang ke kota ini. kini kota ini menjadi sering aku kunjungi bahkan masuk dalam daftar tahunan untuk acara mudikku.
lingkungan yang ramah orang-orangnya yang bersahabat sangat membuatku sering kangen ingin pulang kesini.
bila suatu saat pekerjaanku menemani anak-anak sudah tuntas aku ingin menikmati masa tua ku di kota ini. kami bisa bertani atau sekedar berkebun mengisi waktu luang. membangun keluarga baru bersama cucu-cucu tercinta. melihat anak-anak sukses dengan impiannya. menikmati kasih sayang keluarga baik suami atau anak-anak yang sudah punya kehidupan sendiri.hemmm pasti indah semoga Allah mengijinkan.amiin...
sukorejo tunggu kami ya.....
Anakku (Shofiyah & Sayyidah)
kutulis segala tentang anakku disini semoga menjadi inspirasi banyak orang amiin
Rabu, 07 Desember 2016
Jumat, 10 April 2015
auramu
Ini bukan pertama kalinya terpisah dengan anak-anak tapi dengan kondisi dirumah sendiri jadi kepikiran. Bagaimana mereka makan, sholatnya, mainnya, mandinya dan semua kegiatan yang dilakukan bersama-sama walau dengan teriakan yang kadang aku sendiri tidak suka melakukannya namun hal-hal seperti itu tak lebih hanyalah bentuk sayangku kepada anak-anak. Secara teori tidak harus dilakukan.
Pengalaman masa kecil merupakan pelajaran yang lekat untuk jangka panjang anak.
Ada sebuah kisah seorang anak yang dalam kehidupannya selalu mendapatkan tekanan dan itu dari orang tuanya sendiri. Setiap hari dia hanya dicaci dan dimaki. Semua yang dia lakukan selalu salah dihadapan orang tuanya. Pada awalnya dia menangis setiap mendapatkan perlakuan tidak pantas. Seiring dengan berjalannya waktu kebiasaan menangisnyapun mulai pudar. dia mulai bertahan untuk tidak melakukan hal yang sama saat diperlakukan yang sama.
kejadian ini cukup memilukan hatiku dan aku berusaha untuk menjadikan kejadian itu sebagai pembelajaran. supaya hal ini tidak terjadi pada kedua putriku.walaupun butuh waktu lama untuk menutup memori yang terlanjur usang. tapi bukan berarti harus menyerah. yang harus dilakukan adalah memberikan dan mengubah yang negatif menjadi positif dan lakukan terus kebaikan itu untuk menutup hal negatif yang selama ini telah terlanjur tertanam.
anak-anak merupakan jejak langkah kita dalam mendidik mereka sehingga apapun yang terjadi pada mereka kelak maka itulah yang sudah kita lakukan padanya. introspeksi diri hal utama yang harus senantiasa dilakukan supaya kita senantiasa berfikir positif.
suksesnya anak menjalani hidup tergantung suksesnya ibu mengantarkan mereka dalam perjalanan selanjutnya.

selamat berjuang untuk para ibu supaya dapat mengantarkan putra-putrinya kejalan syurgaNYA Allah.
Pengalaman masa kecil merupakan pelajaran yang lekat untuk jangka panjang anak.
Ada sebuah kisah seorang anak yang dalam kehidupannya selalu mendapatkan tekanan dan itu dari orang tuanya sendiri. Setiap hari dia hanya dicaci dan dimaki. Semua yang dia lakukan selalu salah dihadapan orang tuanya. Pada awalnya dia menangis setiap mendapatkan perlakuan tidak pantas. Seiring dengan berjalannya waktu kebiasaan menangisnyapun mulai pudar. dia mulai bertahan untuk tidak melakukan hal yang sama saat diperlakukan yang sama.
kejadian ini cukup memilukan hatiku dan aku berusaha untuk menjadikan kejadian itu sebagai pembelajaran. supaya hal ini tidak terjadi pada kedua putriku.walaupun butuh waktu lama untuk menutup memori yang terlanjur usang. tapi bukan berarti harus menyerah. yang harus dilakukan adalah memberikan dan mengubah yang negatif menjadi positif dan lakukan terus kebaikan itu untuk menutup hal negatif yang selama ini telah terlanjur tertanam.
anak-anak merupakan jejak langkah kita dalam mendidik mereka sehingga apapun yang terjadi pada mereka kelak maka itulah yang sudah kita lakukan padanya. introspeksi diri hal utama yang harus senantiasa dilakukan supaya kita senantiasa berfikir positif.
suksesnya anak menjalani hidup tergantung suksesnya ibu mengantarkan mereka dalam perjalanan selanjutnya.
selamat berjuang untuk para ibu supaya dapat mengantarkan putra-putrinya kejalan syurgaNYA Allah.
Jumat, 03 April 2015
calon adik baru
Ketika dinyatakan positif oleh dokter aku mulai berfikir bagaimana cara menginformasikan pada kedua putriku bahwa dia akan punya adik.
Aku mulai cari tahu dari orang-orang yang punya pengalaman sampai informasi melalui buku.
Satu bulan berlalu lambat laun akumulai membuka pembicaraan dengan putriku bahwa mereka akan memiliki adik baru
Jarak merekadengan calon adik yang cukup jauh membuat aku menyediakan hal-hal yang tak terduga misal pertanyaan ataupun sikap-sikap yang terkadang tidak masuk akal
Hari ini misanya: karena aku baru pulang kerja terasa sekali kalau lelah dan berkeringat lalu adik berkata "umi capek ya" "iya, kenapa" "Umi juga berkeringat" "iya, tolong hidupkan kipasnya" "baik umi" "apakah adik diperut umi juga berkeringay?" "Kasihan adik di perut umi tidak bisa bergerak"
Pernyataan-pernyataan seperti itu merupakan alamiyahnya seorang anak usia 6 tahun
Hal yang harus diingat saat terjadi hal-hal demikian maka jawablah sesuai faktanya yang masuk akal supaya pengalaman itu menjadi ilmu dalam hidupnya
"Kalau umi buka mulut bisa kembung perutnya karena masuk angin" "adik tidak perlu kipas dan jangan hawatir adik diperut umi tidak akan kepanasan karena adik berenang tapi kolam renangnya tidak seperti kolam renang yang ada disekolah kakak" "kolam renangnya buatan Allah dan memang sudah dibuat khusus untuk adik yang ada diperut umi"
Dan penjelasan sederhana yang mudah dipahami harus masuk akal sehingga anak tidak menyimpan Penasaran yang akan membuat anak mencari tahu dengan cara yang bisa saja tidak benar
Anak memiliki masa kritis dimana rasa ingin tahu yang sangat besar dan perlu perhatiaĊ serius dari orang tua khususnya.
Terimakasih anakku kalian telah memberi ilmu yang sangat berharga bagi umi
Aku mulai cari tahu dari orang-orang yang punya pengalaman sampai informasi melalui buku.
Satu bulan berlalu lambat laun akumulai membuka pembicaraan dengan putriku bahwa mereka akan memiliki adik baru
Jarak merekadengan calon adik yang cukup jauh membuat aku menyediakan hal-hal yang tak terduga misal pertanyaan ataupun sikap-sikap yang terkadang tidak masuk akal
Hari ini misanya: karena aku baru pulang kerja terasa sekali kalau lelah dan berkeringat lalu adik berkata "umi capek ya" "iya, kenapa" "Umi juga berkeringat" "iya, tolong hidupkan kipasnya" "baik umi" "apakah adik diperut umi juga berkeringay?" "Kasihan adik di perut umi tidak bisa bergerak"
Pernyataan-pernyataan seperti itu merupakan alamiyahnya seorang anak usia 6 tahun
Hal yang harus diingat saat terjadi hal-hal demikian maka jawablah sesuai faktanya yang masuk akal supaya pengalaman itu menjadi ilmu dalam hidupnya
"Kalau umi buka mulut bisa kembung perutnya karena masuk angin" "adik tidak perlu kipas dan jangan hawatir adik diperut umi tidak akan kepanasan karena adik berenang tapi kolam renangnya tidak seperti kolam renang yang ada disekolah kakak" "kolam renangnya buatan Allah dan memang sudah dibuat khusus untuk adik yang ada diperut umi"
Dan penjelasan sederhana yang mudah dipahami harus masuk akal sehingga anak tidak menyimpan Penasaran yang akan membuat anak mencari tahu dengan cara yang bisa saja tidak benar
Anak memiliki masa kritis dimana rasa ingin tahu yang sangat besar dan perlu perhatiaĊ serius dari orang tua khususnya.
Terimakasih anakku kalian telah memberi ilmu yang sangat berharga bagi umi
Kamis, 16 Oktober 2014
Shodaqoh
pagi ini merupakan moment yang tak mungkin saya lupakan. tiba-tiba ada seorang pengemis menghampiriku. "pak nyuwun, pak...." ratap pengemis itu. suamiku merogoh beberapa sakunya. sambil sibuk menurukan anak sulungku dari motor. saya tidak ada ide sama sekali apa yang harus saya lakukan. dengan tergesa-gesa anak saya turun sambil merogoh sakunya.
"ba...pakai uang sakuku saja, tidak apa-apa" dia berkata serius
saya termangu anatar percaya dan tidak.
"benar kamu mau melakukan itu" saya bertanya untuk meyakinkan idenya
"iya umi, kan uang sakuku Rp 3.000,- kalau seribu untuk pengemis kan masih ada sisa dua ribu" jawabnya dengan yakin
saya tercengang percaya dan tidak. sepertinya baru kemarin kamu berulang tahun yang ke 8 tapi hari ini kamu sudah membuat umi ingin menangis karena terharu
kamu sudah membuat umi bangga bahwa dalam kadaanmu yang mungkin jauh dibawah teman-temanmu kamu masih bisa berfikir logis untuk berbagi sedikt rezekimu.
kamipun berlalu meninggalkannya. saya berbisik ke abahnya "berdoalah semoga anak kita senantiasa istiqomah dalam membangun cinta dihatinya, cinta kepada Tuhannya dan kepada sesamanya yangmungkin sedang membutuhkannya" dan tetesan air mata itu tak dapat saya bendung lagi ketika abahnya mengangguk sambil berkata lirih "amiin"
shofiyah wahdani annaqsabandiyah, anak umi yang sangat umi sayangi
sholihah itu pilihan dan surga itu balasan
apapun yang akan terjadi pada kehidupanmu kelak umi hanya mampu membantumu dengan doa semoga Allah selalu membimbingmu, selalu mencintaimu, selalu menjagamu sehingga suatu saat kamu akan datang kepada kami selaku orang tuamu dan berkata " umi abah aku mencintai kalian dan aku bangga punya orang tua kalian"
maha suci Allah yang telah memberi setiap kebaikan pada setiap relung nadimu
bersyukulah karena hanya itu yang mampu kamu lakukan agar kamu bisa hidup dan bertahan pada kehidupan mendatangmu
i love you shofiyah
jember, 12 Oktober 2014
cinta abah dan umi untuk shofiyah
"ba...pakai uang sakuku saja, tidak apa-apa" dia berkata serius
saya termangu anatar percaya dan tidak.
"benar kamu mau melakukan itu" saya bertanya untuk meyakinkan idenya
"iya umi, kan uang sakuku Rp 3.000,- kalau seribu untuk pengemis kan masih ada sisa dua ribu" jawabnya dengan yakin
saya tercengang percaya dan tidak. sepertinya baru kemarin kamu berulang tahun yang ke 8 tapi hari ini kamu sudah membuat umi ingin menangis karena terharu
kamu sudah membuat umi bangga bahwa dalam kadaanmu yang mungkin jauh dibawah teman-temanmu kamu masih bisa berfikir logis untuk berbagi sedikt rezekimu.
kamipun berlalu meninggalkannya. saya berbisik ke abahnya "berdoalah semoga anak kita senantiasa istiqomah dalam membangun cinta dihatinya, cinta kepada Tuhannya dan kepada sesamanya yangmungkin sedang membutuhkannya" dan tetesan air mata itu tak dapat saya bendung lagi ketika abahnya mengangguk sambil berkata lirih "amiin"
shofiyah wahdani annaqsabandiyah, anak umi yang sangat umi sayangi
sholihah itu pilihan dan surga itu balasan
apapun yang akan terjadi pada kehidupanmu kelak umi hanya mampu membantumu dengan doa semoga Allah selalu membimbingmu, selalu mencintaimu, selalu menjagamu sehingga suatu saat kamu akan datang kepada kami selaku orang tuamu dan berkata " umi abah aku mencintai kalian dan aku bangga punya orang tua kalian"
maha suci Allah yang telah memberi setiap kebaikan pada setiap relung nadimu
bersyukulah karena hanya itu yang mampu kamu lakukan agar kamu bisa hidup dan bertahan pada kehidupan mendatangmu
i love you shofiyah
jember, 12 Oktober 2014
cinta abah dan umi untuk shofiyah
Sabtu, 09 Agustus 2014
pengalaman guru anakku
Dua anak kecil saling tarik menarik sebuah mainan
Keduanya saling mengklaim "ini mainanku..."
Sampai akhirnya salah satu dari mereka ada yang berteriak dan menangis dengan suara yang cukup keras
Aku yang awalnya hanya mengamati akhirnya terpaksa menggunakan skala pendampingan yang terakhir yaitu "interfensi fisik"
Aku mendekat dan mulai bicara "ada apa, apakah ada masalah, kalian perlu bantuan...? tanyaku panjang lebar
Tetapi karena terlanjur sudah ada yang menangis aku rubah pertanyaannya to the point "kenapa adik menangis..?"
Dengan suara sengau bercampur suara tangisan dia menceritakan masalahnya sambil sesekali membela diri
Akhirnya keduanya sepakat berdamai dengan cara mengatur waktu yang digunakan untuk berbagi alat main dengan cara bergantian
Aku beranjak dari tempat itu sambil memikirkan sesuatu
Anak itu sebenarnya akan mudah mengerti apa yang kita maksud apabila kita dapat menyampaikan alasan dengan tepat, masuk akal dan benar
Apapun yang terjadi pada anak-anak alami. jangan terlalu banyak ikut campur tapi awasi saja kapan saatnya mereka butuh bantuan
Belajarlah memberi kepercayaan kepada mereka bahwa "mereka dapat mengatasi masalah mereka sendiri"
"jangan persulit kehidupan mereka kelak dengan cara memepermudah kehidupan mereka saat ini"
Kehidupan mereka kelak tidak seperti saat ini yang kita jalani. kita tidak tahu apa kebutuhan mereka kelak.
jaman terus berjalan dan mengalami perubahan namun yang harus tetap ada pada diri anak-anak kita adalah semangat belajar, berusaha, tekun dan ulet, tidak mudah putus asa atau menyerah
Ada sebuah berita yang sangat mengiris hatiku seorang pemuda yang sudah bergelar magister bunuh diri Karena meminta kepada pemerintah untuk melegalkan praktek bunuh diri, seperti yang terjadi dinegara tetangga "Jepang"
Aku sendiri bertanya-tanya bagaimana perjalanan hidupnya sampai dia meraih gelar magister, bagaimana interaksi sosialnya dengan lingkungan, bagaimana hubungannya dengan keluarganya
Salah satu faktor pemicu peristiwa semacam ini bisa terjadi adalah kebiasaan kita yang dari kecil senatiasa Sukses dengan acaman, tekanan dan orientasi hasil
Pernakah kita membayangkan kembali, ketika anak kita pulang dari sekolah terburu-buru membuka tasnya Lalu memperlihatkan buku tulisnya dengan bangga "umi aku dapat nilai seratus" orang tua meresponnya "Alhamdulillah umi bangga kamu dapat nilai seratu"
Pernahkah kita menghargai usaha mereka bukan hanya semata-mata orientasi pada hasil ataupun nilai
Cobalah untuk merubah kata-kata kita dalam berinteraksi dengannya "alhamdulillah bagaimana perasaanmu saat mendapatkan nilai seratus" "apakah yang harus kamu lakukan saat mendapat sesuatu" "seberapa besar usahamu sehingga mendapat nilai bagus" dan masih banyak lagi kalimat-kalimat positif yang dapat membangun kecerdasan emosi anak
Manusia itu memiliki potensi untuk cerdas disemua bidang, tergantung stimulus yang di berikan
Kecerdasan yang ada pada setiap manusia harus seimbang supaya mereka dapat menjalani hidup ini dengan baik dan tugas kita orang dewasa adalah menjadi pemberi simulus yang benar dan tepat
Anak-anak adalah media belajar yang konkret yang diberikan Allah kepada kita
Aku sering mengamati kedua anakku saat bermain bagaiman interaksinya,kepekaannya dan sebagainya
Semua kulakukan supaya aku bisa belajar kepada mereka dan mereka bisa mendapatkan stimulus sesuai kebutuhannya
Anakku............
Belajar itu dimulai dari rumah, semua yang ada dirumah baik orang maupun benda adalah guru bagimu
Belajarlah dari apa yang kamu lihat, apa yang kamu rasakan, apa yang kamu sentuh dan sebagainya
Tapi ingat setiap yang kita pelajari ada yang baik dan ada yang buruk, kamu harus bisa membedakannya pelajari dan gunakan apa-apa yang baik
ketahui dan abaikan hal-hal yang jelek dan belajarlah bagaimana mengantisipasi bila kita ketemu dengan hal-hal yang negatif
Anakku...
Saling menguatkan satu sama lain itu sangat penting, saling menyayangi, menghargai dan menghormati akan menjadikan energi positif pada diri kalian masing-masing
Saling terbuka dan saling menguatkan bila ada masalah maka akan meberikan pembelajarn musyawarah kepada anak-anak
anakku...
teruslah berjuang dengan langkahmu supaya umi dan baba bisa memberikan dorongan semangat untuk mencapai kesuksesan cita-citamu di dunia dan akhirat
amiin.....
jember,9/8/2014, 23:23 BBWI
Keduanya saling mengklaim "ini mainanku..."
Sampai akhirnya salah satu dari mereka ada yang berteriak dan menangis dengan suara yang cukup keras
Aku yang awalnya hanya mengamati akhirnya terpaksa menggunakan skala pendampingan yang terakhir yaitu "interfensi fisik"
Aku mendekat dan mulai bicara "ada apa, apakah ada masalah, kalian perlu bantuan...? tanyaku panjang lebar
Tetapi karena terlanjur sudah ada yang menangis aku rubah pertanyaannya to the point "kenapa adik menangis..?"
Dengan suara sengau bercampur suara tangisan dia menceritakan masalahnya sambil sesekali membela diri
Akhirnya keduanya sepakat berdamai dengan cara mengatur waktu yang digunakan untuk berbagi alat main dengan cara bergantian
Aku beranjak dari tempat itu sambil memikirkan sesuatu
Anak itu sebenarnya akan mudah mengerti apa yang kita maksud apabila kita dapat menyampaikan alasan dengan tepat, masuk akal dan benar
Apapun yang terjadi pada anak-anak alami. jangan terlalu banyak ikut campur tapi awasi saja kapan saatnya mereka butuh bantuan
Belajarlah memberi kepercayaan kepada mereka bahwa "mereka dapat mengatasi masalah mereka sendiri"
"jangan persulit kehidupan mereka kelak dengan cara memepermudah kehidupan mereka saat ini"
Kehidupan mereka kelak tidak seperti saat ini yang kita jalani. kita tidak tahu apa kebutuhan mereka kelak.
jaman terus berjalan dan mengalami perubahan namun yang harus tetap ada pada diri anak-anak kita adalah semangat belajar, berusaha, tekun dan ulet, tidak mudah putus asa atau menyerah
Ada sebuah berita yang sangat mengiris hatiku seorang pemuda yang sudah bergelar magister bunuh diri Karena meminta kepada pemerintah untuk melegalkan praktek bunuh diri, seperti yang terjadi dinegara tetangga "Jepang"
Aku sendiri bertanya-tanya bagaimana perjalanan hidupnya sampai dia meraih gelar magister, bagaimana interaksi sosialnya dengan lingkungan, bagaimana hubungannya dengan keluarganya
Salah satu faktor pemicu peristiwa semacam ini bisa terjadi adalah kebiasaan kita yang dari kecil senatiasa Sukses dengan acaman, tekanan dan orientasi hasil
Pernakah kita membayangkan kembali, ketika anak kita pulang dari sekolah terburu-buru membuka tasnya Lalu memperlihatkan buku tulisnya dengan bangga "umi aku dapat nilai seratus" orang tua meresponnya "Alhamdulillah umi bangga kamu dapat nilai seratu"
Pernahkah kita menghargai usaha mereka bukan hanya semata-mata orientasi pada hasil ataupun nilai
Cobalah untuk merubah kata-kata kita dalam berinteraksi dengannya "alhamdulillah bagaimana perasaanmu saat mendapatkan nilai seratus" "apakah yang harus kamu lakukan saat mendapat sesuatu" "seberapa besar usahamu sehingga mendapat nilai bagus" dan masih banyak lagi kalimat-kalimat positif yang dapat membangun kecerdasan emosi anak
Manusia itu memiliki potensi untuk cerdas disemua bidang, tergantung stimulus yang di berikan
Kecerdasan yang ada pada setiap manusia harus seimbang supaya mereka dapat menjalani hidup ini dengan baik dan tugas kita orang dewasa adalah menjadi pemberi simulus yang benar dan tepat
Anak-anak adalah media belajar yang konkret yang diberikan Allah kepada kita
Aku sering mengamati kedua anakku saat bermain bagaiman interaksinya,kepekaannya dan sebagainya
Semua kulakukan supaya aku bisa belajar kepada mereka dan mereka bisa mendapatkan stimulus sesuai kebutuhannya
Anakku............
![]() |
| Add caption |
Belajarlah dari apa yang kamu lihat, apa yang kamu rasakan, apa yang kamu sentuh dan sebagainya
Tapi ingat setiap yang kita pelajari ada yang baik dan ada yang buruk, kamu harus bisa membedakannya pelajari dan gunakan apa-apa yang baik
ketahui dan abaikan hal-hal yang jelek dan belajarlah bagaimana mengantisipasi bila kita ketemu dengan hal-hal yang negatif
Anakku...
Saling menguatkan satu sama lain itu sangat penting, saling menyayangi, menghargai dan menghormati akan menjadikan energi positif pada diri kalian masing-masing
Saling terbuka dan saling menguatkan bila ada masalah maka akan meberikan pembelajarn musyawarah kepada anak-anak
anakku...
teruslah berjuang dengan langkahmu supaya umi dan baba bisa memberikan dorongan semangat untuk mencapai kesuksesan cita-citamu di dunia dan akhirat
amiin.....
jember,9/8/2014, 23:23 BBWI
Kamis, 07 Agustus 2014
masa kecil yang hanya sekali
dia datang berlari menyambut kedatanganku
rasa lelah terasa memudar saat celotehan dari mulut mungilnya mulai menyapaku
"umi, aku tadi beli-beli, beli emen..."katanya nyerocos aja walau kadang aku setengerah tidak perduli
namun kadang-kadang aku datang sangat ingin memeluknya
tubuhnya yang mungil bergerak lincah kesana kemari penuh tenaga dan tanpa lelah
terkadang ada tangis diantara kedua, terkadang tawa juga menghiasi canda mereka
dua anak kecil yang terpaut 2,5 tahun terkadang ada yang beranggapan kedua anakku kembar
pernah membaca sebuah tulisan bahwa "kita bekerja seumur hidup tapi anak kita mengalami masa kecilnya sekali seumur hidup oleh karenanya jangan sampai kita kehilangan masa teridah bersama anak kita dalam melewati masa kecilnya"
sungguh ironi kala seorang teman berkata kepada saya "kalau kami dirumah kami sibuk dengan kegiatan kami masing-masing suami dengan komputernya, anak-anak dengan televisinya, dan saya dengan laptopnya"
kapan kita meluangkan waktu untuk sekedar menemani anak kita nonton televisi, ya ibaratnya kita nonton bareng lalu mendiskusikan apa yang kita lihat, tidakpernahkan?
tapi ada yang lain lagi seorang teman berkata kepada saya "kalau saya sudah dirumah saya berusaha semua waktu saya untuk anak-anak jadi belum pernah saya membawa pekerjaan kantor kerumah sepenting apapun itu karena bila kita sudah membawa pekerjaan kantor kerumah maka bisa dipastikan perhatian kita akan hilang untuk anak-anak kita"
ya seberapa besar kita mempertanggungjawabkan waktu yang kita lewati dengan buah hati kita itu yang harus kita koreksi supaya ketika suatu saat nanti kita berkata kepadanya "nak kenapa engkau selalu memalingkan perhatianmu kepada sesuatu yang lain sementara disini kami sangat butuh perhatianmu"
mereka menjawab "pernahkah engkau sedikit meninyisakan sebagian besar waktumu untukku ketika aku merengek mendekatimu, engkau malah berkata pergilah coba cari kegiatan yang lain"
terkadang perlakuan yang kita terima tidak menyenangkan dan mungkin menyakitkan bagi kita tapi pernahkah kita bertanya pada diri kita apakah kita tidak pernah menyakiti perasaannya
mari kita renungkan setiap apa yang kita tanam maka kita akan menuainya
itulah yang terkadang selalu menjadi semangat bagi aku dalam berinteraksi dan berusaha memberikan yang terbaik kepada anak-anakku walau terkadang mereka masih sulit untuk menerimanya
melewati moment terindah bersama dua buah hatiku membuatku selalu punya energi baru dalam menjalani hidup ini dan selalu ingin hidup seribu tahun agar senantiasa dapat melihat mereka bertumbuhkembang dengan baik
setiap melihat raut mukanya banyak hal yang menginspirasiku untuk selalu ingin mengungkapkan apa yang aku rasakan kebahagian menjalani hidup bersama mereka
aku akan berusaha yang terbaik dengan senantiasa mendoakannya
doa untuk kedua buah hatiku
"Ya Allah yang memiliki kesempurnaan aku tahu aku jauh dari kesempurnaan namun dengan berharap pertolonganMU bantulah aku menjadikan mereka mendekati kesempurnaan"
"Ya Allah yang memiliki kasih dan sayang bantulah aku mencurahkan semua kasih sayangku kepada mereka agar mereka kelak menjadi orang yang pengasih dan penyayang kepada siapapun"
"Ya Allah yang memiliki segala kemampuan bantulah aku agar dapat selalu berbuat benar kepada mereka agar mereka selalu menjaga prilakudan akhlaknya senantiasa benar"
"Ya Allah mungkin hidupku tidak kekal abadi bersamanya maka dari itu bantulah aku agar senatiasa mampu mengajak mereka menjadi anak sholeh sebagai penyambung hubungan kami yang abadi"
"Ya Allah kupasrahkan semua kehidupan kami tunduk dalam perintahMU jagalah kami dari kemaksiatan kepadaMU, bimbinglah kami agar senantiasa berada dalam jalan kebenaranMU"
amiin
rasa lelah terasa memudar saat celotehan dari mulut mungilnya mulai menyapaku
"umi, aku tadi beli-beli, beli emen..."katanya nyerocos aja walau kadang aku setengerah tidak perduli
namun kadang-kadang aku datang sangat ingin memeluknya
tubuhnya yang mungil bergerak lincah kesana kemari penuh tenaga dan tanpa lelah
terkadang ada tangis diantara kedua, terkadang tawa juga menghiasi canda mereka
dua anak kecil yang terpaut 2,5 tahun terkadang ada yang beranggapan kedua anakku kembar
pernah membaca sebuah tulisan bahwa "kita bekerja seumur hidup tapi anak kita mengalami masa kecilnya sekali seumur hidup oleh karenanya jangan sampai kita kehilangan masa teridah bersama anak kita dalam melewati masa kecilnya"
sungguh ironi kala seorang teman berkata kepada saya "kalau kami dirumah kami sibuk dengan kegiatan kami masing-masing suami dengan komputernya, anak-anak dengan televisinya, dan saya dengan laptopnya"
kapan kita meluangkan waktu untuk sekedar menemani anak kita nonton televisi, ya ibaratnya kita nonton bareng lalu mendiskusikan apa yang kita lihat, tidakpernahkan?
tapi ada yang lain lagi seorang teman berkata kepada saya "kalau saya sudah dirumah saya berusaha semua waktu saya untuk anak-anak jadi belum pernah saya membawa pekerjaan kantor kerumah sepenting apapun itu karena bila kita sudah membawa pekerjaan kantor kerumah maka bisa dipastikan perhatian kita akan hilang untuk anak-anak kita"
ya seberapa besar kita mempertanggungjawabkan waktu yang kita lewati dengan buah hati kita itu yang harus kita koreksi supaya ketika suatu saat nanti kita berkata kepadanya "nak kenapa engkau selalu memalingkan perhatianmu kepada sesuatu yang lain sementara disini kami sangat butuh perhatianmu"
mereka menjawab "pernahkah engkau sedikit meninyisakan sebagian besar waktumu untukku ketika aku merengek mendekatimu, engkau malah berkata pergilah coba cari kegiatan yang lain"
terkadang perlakuan yang kita terima tidak menyenangkan dan mungkin menyakitkan bagi kita tapi pernahkah kita bertanya pada diri kita apakah kita tidak pernah menyakiti perasaannya
mari kita renungkan setiap apa yang kita tanam maka kita akan menuainya
itulah yang terkadang selalu menjadi semangat bagi aku dalam berinteraksi dan berusaha memberikan yang terbaik kepada anak-anakku walau terkadang mereka masih sulit untuk menerimanya
melewati moment terindah bersama dua buah hatiku membuatku selalu punya energi baru dalam menjalani hidup ini dan selalu ingin hidup seribu tahun agar senantiasa dapat melihat mereka bertumbuhkembang dengan baik
setiap melihat raut mukanya banyak hal yang menginspirasiku untuk selalu ingin mengungkapkan apa yang aku rasakan kebahagian menjalani hidup bersama mereka
aku akan berusaha yang terbaik dengan senantiasa mendoakannya
doa untuk kedua buah hatiku
"Ya Allah yang memiliki kesempurnaan aku tahu aku jauh dari kesempurnaan namun dengan berharap pertolonganMU bantulah aku menjadikan mereka mendekati kesempurnaan"
"Ya Allah yang memiliki kasih dan sayang bantulah aku mencurahkan semua kasih sayangku kepada mereka agar mereka kelak menjadi orang yang pengasih dan penyayang kepada siapapun"
"Ya Allah yang memiliki segala kemampuan bantulah aku agar dapat selalu berbuat benar kepada mereka agar mereka selalu menjaga prilakudan akhlaknya senantiasa benar"
"Ya Allah mungkin hidupku tidak kekal abadi bersamanya maka dari itu bantulah aku agar senatiasa mampu mengajak mereka menjadi anak sholeh sebagai penyambung hubungan kami yang abadi"
"Ya Allah kupasrahkan semua kehidupan kami tunduk dalam perintahMU jagalah kami dari kemaksiatan kepadaMU, bimbinglah kami agar senantiasa berada dalam jalan kebenaranMU"
amiin
![]() |
| #loveshofiyah #lovesayyidah |
Rabu, 06 Agustus 2014
Komik Pertamaku
sepintas aku melirik kegiatan terakhir anakku mengisi liburan
dia sedang duduk fokus sepertinya sedang melakukan sesuatu
setelah aku amati ternyata dia sedang menggambar sesuatu
"sedang apa" aku sedikit menimpali
"aku sedang menggambar" jawabnya sedikit tersipu
aku menunggu dengan sabar disampingnya
dia terus menggambar kemudian menuliskan sesuatu disamping gambarnya
"umi coba lihat apa yang kutulis" sambil menyerahkan buku gambarnya padaku
aku mengamati buku gambar itu dengan seksama
ada sebuah gambar kepala tampak tertawa karena dia menuliskan hahaha disekitar gambarnya
disebelah kanan atas ada gambar awan dengan tulisan yang sama disekitarnya
lalu dipojok kanan bawah tambar gambar sebatang gigi yang tampak meringis
disamping kiri kertas ternyata dia menuliskan cerita sederhana yang sisinya begini
"pada suatu hari ada telor yang ketawain buku gigi yang keropos karena makan permen awan juga ketawa..." bahasa yang polos ditulisnya
ya ini awal dari kamu mencoba anakku suatu saat kamu pasti menjadi penulis komik terkenal
jangan menyerah ya...
#edisisayyidahmenuliskomik
dia sedang duduk fokus sepertinya sedang melakukan sesuatu
setelah aku amati ternyata dia sedang menggambar sesuatu
"sedang apa" aku sedikit menimpali
"aku sedang menggambar" jawabnya sedikit tersipu
aku menunggu dengan sabar disampingnya
dia terus menggambar kemudian menuliskan sesuatu disamping gambarnya
"umi coba lihat apa yang kutulis" sambil menyerahkan buku gambarnya padaku
aku mengamati buku gambar itu dengan seksama
ada sebuah gambar kepala tampak tertawa karena dia menuliskan hahaha disekitar gambarnya
disebelah kanan atas ada gambar awan dengan tulisan yang sama disekitarnya
lalu dipojok kanan bawah tambar gambar sebatang gigi yang tampak meringis
disamping kiri kertas ternyata dia menuliskan cerita sederhana yang sisinya begini
"pada suatu hari ada telor yang ketawain buku gigi yang keropos karena makan permen awan juga ketawa..." bahasa yang polos ditulisnya
ya ini awal dari kamu mencoba anakku suatu saat kamu pasti menjadi penulis komik terkenal
jangan menyerah ya...
#edisisayyidahmenuliskomik
![]() |
| Add caption |
Langganan:
Postingan (Atom)


