Selasa, 05 Agustus 2014

CeloteHAnnyA

Malam itu kami memasuki sebuah mini market
Kita sepakat hanya membeli eskrim ya...kataku menegaskan kesepakatan saya dengan anak-anak
Pada saat kami sedang memilih eskrim yang sesuai dengan harga yang sudah kita sepakati karena harus menyesuaikan dengan uang yang mereka punya
Ada dua jenis eskrim disana akhirnya kami memutuskan untuk memilih salah satu dari jenis eskrim yang ada
Disamping kami berdiri seorang Bapak yang dilihat dari ciri-cirinya dia adalah warga keturunan (cina)
Bapak tersebut juga terlihat sedang memilih eskrim
Lalu kami sama-sama menuju kekasir untuk melakukan pembayaran
Betapa aku kagetnya ketika anakku yang kecil berkata "lo..kok eskrimnya dimakan, belum bayar kan"
si Bapak menjawab "ya...ga'boleh ya..." sambil mengernyitkan alisnya heran dan sepertinya dia juga berfikir bagaimana cara merespon celotehan anakku
"Tidak apa-apa makan dulu tapi bungkusnya nanti dicek untuk dibayar.." jawab bapak itu panjang lebar
Tapi anakku tidak memahami detail maksud bapak itu "ya ga' boleh, bayar dulu baru makan bukan makan dulu baru bayar" jawab anakku polos
"oo gitu jadi harus bayar dulu ya baru makan, nah yang makan dulu baru bayar itu dimana ya...oo di restourant boleh makan dulu baru bayar" jawab bapak itu setengah berkelakar
"ya ya... benar" jawab anakku setengah tidak mengerti maksud kelakar bapak itu, tapi anakku berusaha tersenyum tersipu berusaha mencerna maksud dari bapak tersebut
petugas kasirpun tersenyum mendengarkan percakapan mereka
aku berusaha merespon dengan wajar dan menghargai apa yang diucapkan anakku sesuai kemampuan pengetahuannya
namun satu hal yang terpikir dibenakku disinilah mereka belajar tentang apa yang ada disekitarnya
setiap yang mereka lihat adalah pengetahuan bagi mereka dan suatu saat dia akan menggunakan pengetahuan itu sesuai kebutuhannya maka dari itu jangan pernah memberikan pengetahuan yang salah supaya kita tidak terkejut melihat mereka mampu mengaplikasikan apa yang mereka lihat
belajarlah terus anakku karena semakin banyak pengetahuanmu maka semakin matang kamu melihat dunia

#edisikhusussayyidah

Sabtu, 28 Juni 2014

puasa di kelas 3

hari ini adalah hari pertama shofiyah berpuasa di usianya yang masuk 9 tahun
aku berharap dia bisa berpuasa sehari penuh dan semoga lancar
tadi malam ketika mau sahur kami sudah berdiskusi "kak sekarang kakak sudah kelas 3 mungkin sebaiknya kakak berpuasa sehari penuh" "insyaAllah Umi..."
terkadang dalam memberikan sebuah pembelajaran agama butuh energi supaya kita sebagai orang tua lebih sabar dan berhati-hati
ketika pembelajaran sholat mulai aku wajibkan pada waktu dia kelas 1 aku harus banyak menahan nafas untuk lebih sabar dalam mengingatkan setiap waktu sholat telah tiba
kini sudah kelas 3 Ya Allah tuntunlah aku supaya aku selalu mendapat HidayahMu dalam membimbing amanah yang Engkau berikan
anakku orang tua senantiasa berharap agar kamu selalu disayang Allah selalu patuh pada Allah dan hidup dalam keberkahan dari Allah
mungkin umi tidak akan selalu berada disisimu tapi Allah selalu ada bersamamu maka apapun kelak yang akan kau lakukan pastikan semuanya karena ijin dan Ridho dari Allah
umi sayang shofiyah
#shofiyahwahdaniannaqsabandiyah

Rabu, 18 Juni 2014

bayiku

28 Nopember 2005
 jam menunjukkan pukul 5 pagi dengan segera sambil menahan sakit ku bangunkan suamiku untuk menyampaikan rasa sakit yang semakin sering aku rasakan
suamiku sesegera mungkin untuk mempersiapkan diri dan minta ijin sama budhe untuk berangkat ke rumah bidan
ini adalah pengalaman yang sangat fantastis bagiku aku benar-benar merasakan bagaimana sakitnya melahirkan, dan bagaimana merasakan sensasi seorang bayi yang masih penuh darah menangis karena takjub melihat dunia
tak pernah terbayangkan olehku melahirkan tanpa pendampingan orang tua. melahirkan dirumah bidan didampingi suami, saudara-saudara yang ada
ingin menangis tapi apa yang harus aku tangisi semua tak mungkin diulang yang ada sekarang adalah kenyataan yang harus aku terima
ucap syukur yang terus menerus aku ucapkan karena meskipun tanpa orang tua aku masih punya saudara yang perduli padaku perduli pada keadaanku
seorang bayi mungil dengan berat 3,7 kg panjang 52 cm telah lahir pada hari senin wage tanggal 28 Nopember 2005
mulai hari itu aku harus menyadari bahwa aku sudah menjadi seorang ibu dan kenyataan itu yang sampai saat ini masih aku pelajari betapa tidak ada yang mudah ketika kita sudah dipanggil ibu, mama, bunda dan seterusnya
betapa banyak yang harus kita pelajari teori mendidik anak yang selama in i aku baca dan mudah untuk dipahami ternyata sulit untuk di terapkan.
tapi bukan itu permasalahannya sekarang yang harus aku lakukan adalah bagaimana berusaha menjadi yang terbaik untuk melakukan yang terbaik pula

penantianku

kalibaru banyuwangi
20 Nop 2005
saat yang mungkin sangat aku harapkan karena penantian sembilan bulan itu mulai terasa lelah
yang terfikir dalam benakku adalah bagaimana aku bisa melahirkan dengan selamat walau nantinya akan banyak hal yang harus aku pelajari sebagai ibu muda dan merawat anak pertama
terkadang dalam hatiku terbesit pernyataan tidak etis "Tuhan seandainya masih ada ibu disampingku..." namun segera kuucap istighfar mohon ampun atas kekeliruan ucapan

satu minggu berlalu..............
kenapa tidak ada tanda-tanda mau keluar.semua petunjuk orang dewasa aku coba lakukan mulai dari minta maaf kesuami, dilangkahi saudara tertua, sampai yang tidak masuk akal disuruh minum air rendaman tempat tinggal. semua aku lakukan demi kelancaran proses kelahiran anak pertamaku walau terkadang aku sendiri sulit mengelak dari mitos yang berlaku dimasyarakat

28 Nop 2014
hari masih gelap kalau melihat jam dinding sekitar jam 00.00 BBWI........

bersambung