rasa lelah terasa memudar saat celotehan dari mulut mungilnya mulai menyapaku
"umi, aku tadi beli-beli, beli emen..."katanya nyerocos aja walau kadang aku setengerah tidak perduli
namun kadang-kadang aku datang sangat ingin memeluknya
tubuhnya yang mungil bergerak lincah kesana kemari penuh tenaga dan tanpa lelah
terkadang ada tangis diantara kedua, terkadang tawa juga menghiasi canda mereka
dua anak kecil yang terpaut 2,5 tahun terkadang ada yang beranggapan kedua anakku kembar
pernah membaca sebuah tulisan bahwa "kita bekerja seumur hidup tapi anak kita mengalami masa kecilnya sekali seumur hidup oleh karenanya jangan sampai kita kehilangan masa teridah bersama anak kita dalam melewati masa kecilnya"
sungguh ironi kala seorang teman berkata kepada saya "kalau kami dirumah kami sibuk dengan kegiatan kami masing-masing suami dengan komputernya, anak-anak dengan televisinya, dan saya dengan laptopnya"
kapan kita meluangkan waktu untuk sekedar menemani anak kita nonton televisi, ya ibaratnya kita nonton bareng lalu mendiskusikan apa yang kita lihat, tidakpernahkan?
tapi ada yang lain lagi seorang teman berkata kepada saya "kalau saya sudah dirumah saya berusaha semua waktu saya untuk anak-anak jadi belum pernah saya membawa pekerjaan kantor kerumah sepenting apapun itu karena bila kita sudah membawa pekerjaan kantor kerumah maka bisa dipastikan perhatian kita akan hilang untuk anak-anak kita"
ya seberapa besar kita mempertanggungjawabkan waktu yang kita lewati dengan buah hati kita itu yang harus kita koreksi supaya ketika suatu saat nanti kita berkata kepadanya "nak kenapa engkau selalu memalingkan perhatianmu kepada sesuatu yang lain sementara disini kami sangat butuh perhatianmu"
mereka menjawab "pernahkah engkau sedikit meninyisakan sebagian besar waktumu untukku ketika aku merengek mendekatimu, engkau malah berkata pergilah coba cari kegiatan yang lain"
terkadang perlakuan yang kita terima tidak menyenangkan dan mungkin menyakitkan bagi kita tapi pernahkah kita bertanya pada diri kita apakah kita tidak pernah menyakiti perasaannya
mari kita renungkan setiap apa yang kita tanam maka kita akan menuainya
itulah yang terkadang selalu menjadi semangat bagi aku dalam berinteraksi dan berusaha memberikan yang terbaik kepada anak-anakku walau terkadang mereka masih sulit untuk menerimanya
melewati moment terindah bersama dua buah hatiku membuatku selalu punya energi baru dalam menjalani hidup ini dan selalu ingin hidup seribu tahun agar senantiasa dapat melihat mereka bertumbuhkembang dengan baik
setiap melihat raut mukanya banyak hal yang menginspirasiku untuk selalu ingin mengungkapkan apa yang aku rasakan kebahagian menjalani hidup bersama mereka
aku akan berusaha yang terbaik dengan senantiasa mendoakannya
doa untuk kedua buah hatiku
"Ya Allah yang memiliki kesempurnaan aku tahu aku jauh dari kesempurnaan namun dengan berharap pertolonganMU bantulah aku menjadikan mereka mendekati kesempurnaan"
"Ya Allah yang memiliki kasih dan sayang bantulah aku mencurahkan semua kasih sayangku kepada mereka agar mereka kelak menjadi orang yang pengasih dan penyayang kepada siapapun"
"Ya Allah yang memiliki segala kemampuan bantulah aku agar dapat selalu berbuat benar kepada mereka agar mereka selalu menjaga prilakudan akhlaknya senantiasa benar"
"Ya Allah mungkin hidupku tidak kekal abadi bersamanya maka dari itu bantulah aku agar senatiasa mampu mengajak mereka menjadi anak sholeh sebagai penyambung hubungan kami yang abadi"
"Ya Allah kupasrahkan semua kehidupan kami tunduk dalam perintahMU jagalah kami dari kemaksiatan kepadaMU, bimbinglah kami agar senantiasa berada dalam jalan kebenaranMU"
amiin
![]() |
| #loveshofiyah #lovesayyidah |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar