Sabtu, 09 Agustus 2014

pengalaman guru anakku

Dua anak kecil saling tarik menarik sebuah mainan
Keduanya saling mengklaim "ini mainanku..."
Sampai akhirnya salah satu dari mereka ada yang berteriak dan menangis dengan suara yang cukup keras
Aku yang awalnya hanya mengamati akhirnya terpaksa menggunakan skala pendampingan yang terakhir yaitu "interfensi fisik"
Aku mendekat dan mulai bicara "ada apa, apakah ada masalah, kalian perlu bantuan...? tanyaku panjang lebar
Tetapi karena terlanjur sudah ada yang menangis aku rubah pertanyaannya to the point "kenapa adik menangis..?"
Dengan suara sengau bercampur suara tangisan dia menceritakan masalahnya sambil sesekali membela diri
Akhirnya keduanya sepakat berdamai dengan cara mengatur waktu yang digunakan untuk berbagi alat main dengan cara bergantian
Aku beranjak dari tempat itu sambil memikirkan sesuatu
Anak itu sebenarnya akan mudah mengerti apa yang kita maksud apabila kita dapat menyampaikan alasan dengan tepat, masuk akal dan benar
Apapun yang terjadi pada anak-anak alami. jangan terlalu banyak ikut campur tapi awasi saja kapan saatnya mereka butuh bantuan

Belajarlah memberi kepercayaan kepada mereka bahwa "mereka dapat mengatasi masalah mereka sendiri"
"jangan persulit kehidupan mereka kelak dengan cara memepermudah kehidupan mereka saat ini"
Kehidupan mereka kelak tidak seperti saat ini yang kita jalani. kita tidak tahu apa kebutuhan mereka kelak.
jaman terus berjalan dan mengalami perubahan namun yang harus tetap ada pada diri anak-anak kita adalah semangat belajar, berusaha, tekun dan ulet, tidak mudah putus asa atau menyerah

Ada sebuah berita yang sangat mengiris hatiku seorang pemuda yang sudah bergelar magister bunuh diri Karena meminta kepada pemerintah untuk melegalkan praktek bunuh diri, seperti yang terjadi dinegara tetangga "Jepang"
Aku sendiri bertanya-tanya bagaimana perjalanan hidupnya sampai dia meraih gelar magister, bagaimana interaksi sosialnya dengan lingkungan, bagaimana hubungannya dengan keluarganya
Salah satu faktor pemicu peristiwa semacam ini bisa terjadi adalah kebiasaan kita yang dari kecil senatiasa Sukses dengan acaman, tekanan dan orientasi hasil

Pernakah kita membayangkan kembali, ketika anak kita pulang dari sekolah terburu-buru membuka tasnya Lalu memperlihatkan buku tulisnya dengan bangga "umi aku dapat nilai seratus" orang tua meresponnya "Alhamdulillah umi bangga kamu dapat nilai seratu"
Pernahkah kita menghargai usaha mereka bukan hanya semata-mata orientasi pada hasil ataupun nilai
Cobalah untuk merubah kata-kata kita dalam berinteraksi dengannya "alhamdulillah bagaimana perasaanmu saat mendapatkan nilai seratus" "apakah yang harus kamu lakukan saat mendapat sesuatu" "seberapa besar usahamu sehingga mendapat nilai bagus" dan masih banyak lagi kalimat-kalimat positif yang dapat membangun kecerdasan emosi anak

Manusia itu memiliki potensi untuk cerdas disemua bidang, tergantung stimulus yang di berikan
Kecerdasan yang ada pada setiap manusia harus seimbang supaya mereka dapat menjalani hidup ini dengan baik dan tugas kita orang dewasa adalah menjadi pemberi simulus yang benar dan tepat

Anak-anak adalah media belajar yang konkret yang diberikan Allah kepada kita
Aku sering mengamati kedua anakku saat bermain bagaiman interaksinya,kepekaannya dan sebagainya
Semua kulakukan supaya aku bisa belajar kepada mereka dan mereka bisa mendapatkan stimulus sesuai kebutuhannya
Anakku............
Add caption
Belajar itu dimulai dari rumah, semua yang ada dirumah baik orang maupun benda adalah guru bagimu
Belajarlah dari apa yang kamu lihat, apa yang kamu rasakan, apa yang kamu sentuh dan sebagainya
Tapi ingat setiap yang kita pelajari ada yang baik dan ada yang buruk, kamu harus bisa membedakannya pelajari dan gunakan apa-apa yang baik
ketahui dan abaikan hal-hal yang jelek dan belajarlah bagaimana mengantisipasi bila kita ketemu dengan hal-hal yang negatif

Anakku...
Saling menguatkan satu sama lain itu sangat penting, saling menyayangi, menghargai dan menghormati akan menjadikan energi positif pada diri kalian masing-masing
Saling terbuka dan saling menguatkan bila ada masalah maka akan meberikan pembelajarn musyawarah kepada anak-anak

anakku...
teruslah berjuang dengan langkahmu supaya umi dan baba bisa memberikan dorongan semangat untuk mencapai kesuksesan cita-citamu di dunia dan akhirat
amiin.....
                                                                                                                 jember,9/8/2014, 23:23 BBWI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar