Jumat, 10 April 2015

auramu

Ini bukan pertama kalinya terpisah dengan anak-anak tapi dengan kondisi dirumah sendiri jadi kepikiran. Bagaimana mereka makan, sholatnya, mainnya, mandinya dan semua kegiatan yang dilakukan bersama-sama walau dengan teriakan yang kadang aku sendiri tidak suka melakukannya namun hal-hal seperti itu tak lebih hanyalah bentuk sayangku kepada anak-anak. Secara teori tidak harus dilakukan.
Pengalaman masa kecil merupakan pelajaran yang lekat untuk jangka panjang anak.
Ada sebuah kisah seorang anak yang dalam kehidupannya selalu mendapatkan tekanan dan itu dari orang tuanya sendiri. Setiap hari dia hanya dicaci dan dimaki. Semua yang dia lakukan selalu salah dihadapan orang tuanya. Pada awalnya dia menangis setiap mendapatkan perlakuan tidak pantas. Seiring dengan berjalannya waktu kebiasaan menangisnyapun mulai pudar. dia mulai bertahan untuk tidak melakukan hal yang sama saat diperlakukan yang sama.
kejadian ini cukup memilukan hatiku dan aku berusaha untuk menjadikan kejadian itu sebagai pembelajaran. supaya hal ini tidak terjadi pada kedua putriku.walaupun butuh waktu lama untuk menutup memori yang terlanjur usang. tapi bukan berarti harus menyerah. yang harus dilakukan adalah memberikan dan mengubah yang negatif menjadi positif dan lakukan terus kebaikan itu untuk menutup hal negatif yang selama ini telah terlanjur tertanam.
anak-anak merupakan jejak langkah kita dalam mendidik mereka sehingga apapun yang terjadi pada mereka kelak maka itulah yang sudah kita lakukan padanya. introspeksi diri hal utama yang harus senantiasa dilakukan supaya kita senantiasa berfikir positif.
suksesnya anak menjalani hidup tergantung suksesnya ibu mengantarkan mereka dalam perjalanan selanjutnya.

selamat berjuang untuk para ibu supaya dapat mengantarkan putra-putrinya kejalan syurgaNYA Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar