Kamis, 16 Oktober 2014

Shodaqoh

pagi ini merupakan moment yang tak mungkin saya lupakan. tiba-tiba ada seorang pengemis menghampiriku. "pak nyuwun, pak...." ratap pengemis itu. suamiku merogoh beberapa sakunya. sambil sibuk menurukan anak sulungku dari motor. saya tidak ada ide sama sekali apa yang harus saya lakukan. dengan tergesa-gesa anak saya turun sambil merogoh sakunya.
"ba...pakai uang sakuku saja, tidak apa-apa" dia berkata serius
saya termangu anatar percaya dan tidak.
"benar kamu mau melakukan itu" saya bertanya untuk meyakinkan idenya
"iya umi, kan uang sakuku Rp 3.000,- kalau seribu untuk pengemis kan masih ada sisa dua ribu" jawabnya dengan yakin
saya tercengang percaya dan tidak. sepertinya baru kemarin kamu berulang tahun yang ke 8 tapi hari ini kamu sudah membuat umi ingin menangis karena terharu
kamu sudah membuat umi bangga bahwa dalam kadaanmu yang mungkin jauh dibawah teman-temanmu kamu masih bisa berfikir logis untuk berbagi sedikt rezekimu.
kamipun berlalu meninggalkannya. saya berbisik ke abahnya "berdoalah semoga anak kita senantiasa istiqomah dalam membangun cinta dihatinya, cinta kepada Tuhannya dan kepada sesamanya yangmungkin sedang membutuhkannya" dan tetesan air mata itu tak dapat saya bendung lagi ketika abahnya mengangguk sambil berkata lirih "amiin"
shofiyah wahdani annaqsabandiyah, anak umi yang sangat umi sayangi
sholihah itu pilihan dan surga itu balasan
apapun yang akan terjadi pada kehidupanmu kelak umi hanya mampu membantumu dengan doa semoga Allah selalu membimbingmu, selalu mencintaimu, selalu menjagamu sehingga suatu saat kamu akan datang kepada kami selaku orang tuamu dan berkata " umi abah aku mencintai kalian dan aku bangga punya orang tua kalian"
maha suci Allah yang telah memberi setiap kebaikan pada setiap relung nadimu
bersyukulah karena hanya itu yang mampu kamu lakukan agar kamu bisa hidup dan bertahan pada kehidupan mendatangmu
i love you shofiyah

jember, 12 Oktober 2014
cinta abah dan umi untuk shofiyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar